Casio Gallery – Kikuo Ibe dikenal sebagai sosok visioner di balik lahirnya G-Shock, jam tangan tangguh yang kini menjadi ikon global. Ketika pertama kali merancang jam ini pada awal 1980-an, Ibe membawa ide sederhana namun revolusioner: menciptakan jam tangan yang hampir mustahil untuk dihancurkan. Hasilnya adalah lahirnya G-Shock, sebuah produk yang tidak hanya menantang batas daya tahan, tetapi juga berhasil mengubah standar industri horologi.
Tahun 2025 menandai perjalanan panjang bagi Ibe, yang kini dikenal bukan hanya sebagai insinyur. Tetapi juga sebagai duta kebudayaan teknologi Jepang. Dengan jam tangan yang telah bertransformasi dari alat fungsional menjadi simbol gaya hidup, setiap langkah yang ia tempuh terus menjadi sumber inspirasi bagi penggemar jam tangan di seluruh dunia.
Pada September 2025 mendatang, Kikuo Ibe dijadwalkan melakukan tur ke berbagai kota di Eropa. Agenda ini tidak hanya menjadi kesempatan untuk memperkenalkan sejarah G-Shock secara lebih dekat. Tetapi juga menjadi jembatan budaya antara Jepang dan masyarakat global. Penggemar G-Shock di Eropa akan mendapatkan pengalaman langsung mendengarkan kisah di balik lahirnya jam tangan legendaris ini.
Tur ini direncanakan meliputi presentasi publik, pertemuan dengan penggemar, hingga sesi tanya jawab yang interaktif. Selain itu, beberapa acara pameran khusus akan diadakan, menampilkan edisi langka dan koleksi terbaru G-Shock yang selama ini menjadi sorotan di pasar internasional. Dengan langkah ini, Casio menegaskan kembali posisinya sebagai merek yang tidak hanya menjual produk. Tetapi juga menghadirkan cerita dan nilai emosional di balik setiap desain.
Baca Juga : Taylor Kitsch dan G-Shock DW-6900 di The Terminal List: Dark Wolf
Dalam rangkaian kunjungan yang telah dipersiapkan, sejumlah agenda menarik akan menjadi sorotan:
Agenda ini diharapkan memperkuat keterikatan antara G-Shock dan penggemarnya, serta membuka ruang kolaborasi baru di masa depan.
Sejak pertama kali diluncurkan, G-Shock telah berkembang dari jam tangan sport menjadi fenomena budaya pop. Daya tahannya yang luar biasa menjadikannya pilihan bagi militer, atlet ekstrem. Hingga mereka yang sekadar mencari jam tangan kasual dengan karakter kuat. Selain ketangguhan, G-Shock juga dikenal dengan desainnya yang inovatif, penuh warna. Sering kali lahir dalam edisi terbatas yang menjadi incaran kolektor.
Di Eropa sendiri, G-Shock memiliki basis penggemar yang solid. Tur ini akan semakin memperkuat posisi merek, terutama karena banyak generasi muda yang kini menjadikan jam tangan ini sebagai bagian dari identitas gaya mereka. Dengan menghadirkan langsung sang pencipta, nilai emosional G-Shock akan semakin terasa bagi komunitas penggemarnya.
Simak Juga : Car Free Day Jakarta: Keseruan Berwarga Bareng Vidio
Tur Kikuo Ibe ke Eropa bukan sekadar acara promosi produk, melainkan sebuah refleksi akan warisan inovasi yang telah ia tinggalkan. Dari percobaan berulang hingga akhirnya berhasil menciptakan jam tangan tak tergoyahkan, kisah Ibe adalah pengingat bahwa kegigihan dan kreativitas mampu melahirkan sesuatu yang abadi.
Lebih dari sekadar jam, G-Shock kini berdiri sebagai simbol ketahanan, keberanian, dan ekspresi diri. Kehadiran Ibe di Eropa September mendatang akan menjadi momen bersejarah, tidak hanya bagi penggemar jam tangan, tetapi juga bagi siapa saja yang percaya bahwa inovasi sejati lahir dari tekad untuk melampaui batas.